KARAKTER SUFISTIK, Distingsi Mahasiswa IAILM

SURYALAYA. Abad 21 sebuah era yang menuntut mahasiswa dimiliki banyak kemampuan. Kemampuan tersebut disebut 6 C (Competence) yaitu kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikasi, karakter, jiwa kewarganegaraan, dan kolaboratif. Hal ini disampaikan Nana Suryana, S.Ag. M.Pd. dalam acara kajian tasawuf yang digelar Himpunan Mahasiswa PGMI IAILM Suryalaya secara virtual (3/4).

Nana Suryana, S.Ag. M.Pd (Narasumber)

Lebih lanjut Nana yang juga ketua Prodi PGMI IAILM Suryalaya menjelaskan, mahasiswa IAILM pada umumnya, khususnya mahasiswa Prodi PGMI harus memiliki pembeda (distingsi) dibanding mahasiswa yang lain. “Kita harus memiliki pembeda dibanding mahasiswa yang lain. Pembedanyanya adalah karkater SUFISITIK. Karakter SUFISTIK ini ditandai dengan Jiwa Spiritual, Utilitas, Futuristik, Integritas, Salik, Inisiatif, Tawasut, dan Khidmat. Untuk membangun karakter SUFISTIK di kalangan civiatas akademika IAILM ujarnya, perlu diterapkan beberapa tahapan yaitu pembiasaan, peneladan, pemotivasian, dan penegakan disiplin’, tegasnya.

Peserta Kajian

Dalam laporannya ketua panitia, Imas Mustika menyampaikan bahwa kajian tasawuf ini merupakan lanjutan dari kajian tasawuf ke 1 beberapa bulan yang lalu. Tema yang diusung pada kajian hari ini Karakter SUFISTIK, Distingsi Mahasiswa IAILM dengan pesertan para pengurus HMPS dan mahasiswa PGMI IAILM Suryalaya. “Adapun tujuanya untuk memambah ilmu dan amal mahasiswa PGMI tentang ketasawufan-terutama bagaimana menjadi mahasiswa yang berkarakter SUFISTIK‘, pungkasnya.

Peserta Kajian