PESANTREN SARJANA FINISHING TOUCH LATIFAH MUBAROKIYAH

SURYALAYA. Sudah menjadi agenda akademik rutin, sebelum sarjana Latifah Mubarokiyah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya (IAI dan STIE), baik D3, sarjana, dan pascasarjana di wisuda, mereka harus mengikuti kegiatan pesantren sarjana. Pesantren sarjana dilaksanakan dalam bentuk upgrading kerjasama dengan Lembaga Dakwah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Pesantren sarjana dilaksanakan di masjid nurul asror Pondok Pesantren Suryalaya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebanyak 233 orang peserta mengikuti upgrading dalam 5 gelombang (2-8/10).

Acara dibuka ketua umum LDTQN Pondok Pesantren Suryalaya Pusat, Dr. M. Kodir, MSi. Dihadiri ketua panitia upgrading, Agus Samsul Bassar, M.M.Pd.. ketua prodi, dosen di lingkungan Latifah Mubarokiyah, dan para pendamping kegiatan.

Dr. M. Kodir, Msi saat membuka Acara

Dalam sambutannya, Kodir mengatakan kegiatan pesantren sarjana ini merupakan bentuk finishing toch dari civitas akademik untuk para calon alumni. “Dalam istilah furniture, pesantren sarjana menjadi finishing touch (sentuhan terakhir) sebelum para alumni terjun di masyarakat”, ungkapnya.

Menurutnya menjadi sarjana Latifah Mubarokiyah harus memiliki distingsi (derajat perbedaaan) yang unggul dibanding lulusan perguruan tinggi yang lain. Kelebihan tersebut harus diwujudkan bukan hanya dalam bentuk kompetensi akademik, tetapi kualitas akhlak dan ibadah. “Insya Allah dengan kegiatan upgrading ini para peserta pesantren sarjana akan dibekali tentang ilmu dan amaliah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya, mulai dari zikir, khataman, manakib, salat-salat sunnat, dan yang lainnya”, pungkasnya.

*Admin-Aljoes