Guru Masa Depan

Windy Nurafifah

Mahasiswa PGMI IAILM Suryalaya

Satu hal yang menjadi titik perhatian kita sebagai calon pendidik saat ini adalah “Bagaimana Menjadi Guru Masa Depan yang Profesional”. Guru masa depan bisa diartikan dengan guru yang memiliki kemampuan dan keterampilan bagaimana dapat menciptakan hasil pembelajaran secara optimal, memiliki daya kepekaan dalam membaca tanda-tanda kemajuan zaman, serta memiliki wawasan intelektual, berpikir maju kedepan, dan tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang ada pada dirinya.

Dalam UU No 14 tahun 2005 tentang guru dosen dinyatakan bahwa “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi, peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Untuk mewujudkan hal tersebut guru masa depan kita wajib memiliki tiga hal mendasar yang menjadikan kita sebagai “Guru Masa Depan Yang Profesional dan Beretika”.

Diantara ketiga hal yang wajib dimiliki guru adalah kualifikasi pendidikan, kompentensi, dan lulus sertifikasi. Kualifikasi pendidikan adalah pendidikan minimal seorang guru dari suatu Instansi Akademik yang dibuktikan dengan ijazah dan sertifikat pendidikan akademik yang sesuai dengan jenis, jenjang dan satuan pendidikan formal dengan minimal pemerolehan pendidikan tinggi program S1 dan D4.

Kompentensi yaitu suatu kemampuan, pengetahuan atau wawasan, dan sikap yang dijadikan suatu pedoman dalam melakukan tanggug jawab sebagai seorang guru yaitu kompentensi pedagogik, kepribadian, profesioanal, dan sosial yang secara menyeluruh membentuk kompentensi standar profesi guru. Mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik, pengembangan pribadi, dan profesionalisme.

Tujuan sertifikasi yaitu untuk memenuhi kebutuhan guru dan untuk meningkatkan kinerja guru. Dengan kinerja yang baik, dan berhasil memiliki sertifikasi maka seorang guru akan mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan kinerja dan kompentensi yang sudah dihasilkan. Untuk mendapatkan sertifikasi yang baik seorang guru harus mengikuti pendidikan profesi Diklat (pelatihan dan pendidikan) agar guru memperoleh kecakapan khusus yang diperlukan guru dalam pelaksanaan tugas-tugas sekolah dan untuk meningkatkan profesionalisme. Dari ketiga hal tersebut maka akan seorang guru akan mendapatkan sertifikat pendidikan sebagai bukti formal pengakuan keprofesionalitas guru yang diberikan kapada guru sebagai tenaga professional. Sertifikat guru ini menjadi bukti kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajar dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, meningkatkan mutu hasil pendidikan dan meningkatkan martabat guru. Setelah semua rangakaian tersebut bisa dilewati seorang guru, sudah bisa dipastikan bahwa ia merupakan guru yang professional dan beretika.

Wujud profesional guru, selayaknya paradigma guru sebagai pentransfer ilmu dikembangkan lebih luas. Selain professional guru harus beretika dan berkepribadian yang ideal.

            Pemahaman etika dan kepribadian dalam profesi pengajar adalah sebagai upaya penunjang profesionalisme yang mana sangat memiliki arti pentingnya peran guru dalam proses pendidikan menjadi sesuatu yang penting karena terkait dengan tanggung jawab moral sebagai pendidik yang tentu dituntut profesionalismenya.  

*Admin-Aljoe