FAKULTAS TARBIYAH IAILM GELAR KULIAH UMUM MOTODE SENTRA

SURYALAYA. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya semua anak membutuhkan lingkungan yang nyaman, aman, dan edukatif. Oleh karenanya metode sentra menjadi sebuah keniscayaan dalam mencipatakan kemerdekaan belajar.  Hal ini disampaikan Rektor IAILM Suryalaya, H. Iwan R. Prawiranata dalam pembukaan kuliah umum di gedung serba guna sukriya bakti IAILM Suryalaya Tasikmalaya (27/02). Selain mahasiswa dan dosen Fakultas Tabiyah IAILM sebagai peserta, hadir juga mahasiswa dari fakultas lain (dakwah dan syariah)  dan para guru PAUD se-Priangan Timur.

Rektor IAILM Sedang Memberikan Sambutan
Siska Masarradi Sedang Menyampaikan Materi

Kuliah umum yang  mengusung tema Inovasi Pembelajaran melalui Metode Sentra Menuju Kemerdekaan Belajar menghadirkan Yudhistira ANM Massaradi dan Siska Massardi (Praktisi Pendidikan Karakater dengan metode Sentra & Pengelola Sekolah Alam Batu Tulis al-Ilmi Bekasi) dipandu Dr. Asep Salahudin, MA. (wakil rektor IAILM Suryalaya). “Pendidikan yang baik bukan yang semata-mata didasarkan atas kecerdasan otak, melainkan yang sungguh-sungguh memperhatikan pembentukan akhlak pula. Tanpa pembentukan budi pekerti, pengajaran yang terbaik tidak akan menghasilkan buah yang sangat diharapkan dari pendidikan itu”, ucap Massardi. Lebih lanjut Massardi mengungkapkan untuk membangun karakter anak bisa dikembangakan melalui metode sentra. Menurutnya dalam Setiap Sentra harus mengalirkan nilai-nilai dan pemahaman 18 Sikap dari asmaul husna yaitu  mutu, tanggungjawab, hormat, khusyu,  jujur, rajin, bersih, berpikirpositif,  kasihsayang, ramah, sabar, rendah hati, syukur, istiqomah,  ikhlas, taqwa, disiplin,  qana’ah.  Dalam prateknya menurut Siska, materi ajar harus dikemas dalam suatu tema, agar seluruh materi dapat diberikan penuh, efektif/efisien, terukur secara waktu, terukur secara materi, dan materi dipilih yang dekat/dikenal anak, dan diberikan secara kongkret. Ada banyak sentra-sentra yang harus disiapakan dalam sebuah sekolah yaitu, sentra  Persiapan (Keaksaraan/Calistung), Sentra Seni(Kreatifitas, imajinasi, motorik halus dan kasar), Sentra Bahan Alam(Sains, sensori motor), sentra balok(konstruksi, geometri, matematika, akurasi, keseimbangan), sentra imtaq(ritual dan dasar-dasar keberagamaan), sentra main peran besar(pengenalan profesi, daya hidup, imajinasi, perencanaan, presentasi, kepemimpinan), dan sentra main peran kecil (idem), pungkas Siska.

*Admin-Aljoes