BEM TARBIYAH GELAR SEMINAR PRANIKAH

SURYALAYA.   Awal tahun 2020 Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya Tasikmalaya menggelar seminar Pra Nikah  dengan tema “Memantaskan Diri, Menjemput Kekasih Sejati, Demi Ridho Ilahi”. Acara dihelat di gedung sukriya bakti kampus IAILM merupakan salah satu program kerja Divisi Keagamaan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Menurut keterangan ketua panitia, Annisa Nurul Azizah kegiatan ini diikuti  246 orang peserta yang terdiri dari 230 orang akhwat dan 16 orang Ikhwan. Peserta yang hadir tidak hanya mahasiswa dari IAILM Suryalaya, namun ada juga mahasiswa dari luar kampus IAILM Suryalaya dan peserta umum..

Acara dibuka Dekan Fakultas Tarbiyah, Drs. Nurhamzah CS, M.S.I M.P.Mat, memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Dalam kata sambutanya Nurhamzah mengapersiasi kegiatan ini. Beliau juga berharap semoga melalui kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi generasi muda terutama dalam menyiapkan pernikahan dengan baik.

Tampil sebagai pembicara Bayu Adhitya Nugraha (kang Abay) (Managing Director Motivasinger Management) dan Dian Nurdiansyah (kang Dian) (aktivis dakwah). Menurut Kang Abay, hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pernikahan yaitu luruskan niat, tentukan target nikah. “Program memantaskan diri dalam tiga aspek, aspek spiritual bagaimana keyakinan terhadap Allah. Cara membangun aspek spritual : ibadah, dzikir, dan lain-lain.  Kedua aspek mental (mentalitas tanggung jawab,  mentalitas melayani, dan mentalitas pembelajaran. Ketiga aspek finansial, bagaimana bisa mandiri secara finansial, tempat tinggal”, tutur Abay.  Lebih lanjut Abay menjelasakan program pernikahan itu bisa dirangkum dalam istilah 4S, yaitu Sevisi (meraih ridha Allah selamat dunia akhirat), Semisi (beribadah kepada Allah), Sevalue (prinsip-prinsip hidup)/sekufu, dan Seprogram (program membangun cinta dalam keluarga. Program berbakti pada orang tua.

Sementara Kang Dian menyoroti terkait banyak problematika yang terjadi tentang poligami. Menurutnya poligami itu merupakan suatu hal yang menakutkan bagi kebanyakan istri. Akan tetapi ada juga wanita yang mengizinkan poligami asalkan suami mampu untuk menjadi imam dan Allah mengiizinkan. “Dalam berumah tangga, tentu kita harus memiliki tujuan, motivasi serta prinsip sehingga akan menghasilkan sakinah, mawadah, warohmah. Tujuan dari pernikahan adalah mencari Ridha Allah. Kita harus bermahabbah tinggi kepada Allah. Sedang cinta manusia harus berada dibawah dari mahabbah nya kepada Allah, pungkasnya.

*Admin-Aljoes